Jumat, 11 Oktober 2019

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) adalah organisasi profesi satu-satunya wadah bidan di Indonesia, berdiri pada tanggal 24 Juni 1951 di Jakarta. Pada tahun yang sama, IBI menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan lima tahun kemudian (tahun 1956) menjadi anggota International Confederation of Midwives (ICM). Memenuhi ketentuan perundangan yang berlaku tentang Organisasi Kemasyarakatan di Indonesia, Tahun 1954 terdaftar dalam lembaran Negara No. J.A.5/92/7 Tahun 1954 tanggal 15 Oktober 1954 di Kementerian Kehakiman RI) dan diperbaharui tahun 2015 serta disahkan oleh Kemenkumham No. AHU-112.AH.01.08 Tahun 2015.

IBI telah berkembang dengan baik, hal ini ditandai dengan telah adanya 34 Pengurus Daerah (Tingkat Propinsi), 509 Pengurus Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) dan 3728 Pengurus Ranting (Tingkat Kecamatan/unit Pelayanan/Pendidikan). Sementara jumlah anggota memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) 326.415 (per 6 Mei 2019). Namun angka ini berbeda dengan angka jumlah bidan yang tercatat di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yaitu 658.510 (Agustus 2018).

Tanggal 24 Juni 2019 tahun ini IBI telah genap berusia 68 tahun, usia yang sangat matang dengan banyak pengalaman yang sudah dilalui sebagai organisasi profesi. Pengalaman adalah kekayaan untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan, salah satunya adalah liberalisasi pelayanan kesehatan dalam era globalisasi saat ini. Untuk itu IBI perlu melakukan konsolidasi kedalam dan advokasi kesemua stakeholders terkait untuk penguatan profesi dan menyiapkan anggota dalam menghadapi tantangan tersebut. Tema peringatan HUT IBI ke 68 tahun 2019 adalah “Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan” (Midwives: Defenders of Women’s Rights).

Mahasiswa Akademi Kebidanan Kharisma Husada Binjai berpartisipasi dalam rangka perayaan HUT IBI ke 68 di Dinas Kesehatan Kota Binjai. Acara tersebut di hadiri oleh mahasiswa kebidanan dan bidan yang berada di Kota Binjai.